Hotel Paskal Bandung Harga Ekonomis Bintang 3

YELLO Hotel Paskal, hotel ekonomi bintang 3 dibekali dengan konsep gaya urban di bawah naungan Tauzia Hotels Management, secara resmi dibuka di Bandung pada 4 Mei 2018. Sesuai dengan konsep hotel, OFF DA WALL disajikan sebagai galeri seni dan bagian dari pengantar dari hotel ke konsep yang kreatif, menggabungkan seni, desain dan teknologi untuk menciptakan pengalaman unik bagi pengunjung. Kompetisi seni jalanan menjadi ajang bergengsi bagi komunitas dan seniman di Indonesia. Tujuh puluh peserta mendaftar dan memilih hanya 25 finalis untuk melukis langsung di atas kanvas dengan tema yang tidak dapat dibedakan dari kearifan lokal kota Bandung, yaitu “Paris Van Java – Sejarah Kota Bandung sebagai Kota Kreatif di Indonesia”. YELLO Hotel Paskal juga telah menyiapkan hadiah uang tunai sebesar 20 juta rupiah untuk pemenang. Meskipun hotel YELLO juga menjadi salah satu tempat hangout Bandung yang mengasyikkan.

YELLO Hotel Paskal juga meluncurkan enam mural pada kesempatan ini bekerja sama dengan 4 seniman internasional Ceet, Julien Soone (Pra), Markus Genesius (Jer), Rebecca O’Brien (AS) dan 4 seniman Indonesia Stereoflow, OlderPlus, Yellow Dino dan Andre 14 K. Kolaborasi dengan lukisan seni dari Perancis, Jerman dan Indonesia semakin diharapkan untuk mengangkat karya seniman Indonesia di panggung internasional dan untuk lebih menginspirasi mereka. YELLO Hotels terlahir untuk memberi industri hotel warna baru dengan konsep gaya urban. “Dengan hadirnya YELLO Hotel Paskal Bandung, kami berharap hotel ini dapat menjadi tempat kreativitas bagi pecinta seni urban dan kami berharap hotel ini dapat menawarkan tamu pengalaman baru dengan layanan dan fasilitas yang kami miliki,” kata Widia Anggreni. Direktur Pelaksana YELLO Hotel Paskal Bandung.

The YELLO Paskal Hotel kembali menjadi tempat untuk kegiatan kreatif kaum muda di Bandung. Untuk mengenang Hari Perempuan Internasional, yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2019, YELLO Hotel Paskal menyelenggarakan pameran dengan lukisan-lukisan yang berjudul “Amarga” dari bahasa Sanskerta untuk alasan-alasan tertentu. Pameran ini merupakan kolaborasi dengan Sandi San San, seorang seniman kelahiran Bandung, pada tanggal 25 April 1995, lulus dari Institut Seni Budaya Indonesia pada tahun 2016 dan Edrike Joosencia, lulusan wanita dari Institut Teknologi Bandung 2015. YELLO Hotel Paskal mengambil Sandi San San, seorang seniman pria yang karyanya didominasi oleh karya potret. wajah realistis sebagai objek. Perempuan dianggap sebagai tokoh khusus untuk dipahami Sandi San San, karena jumlah perempuan saat ini adalah perempuan yang lebih mandiri. Pada kesempatan ini, San San menunjukkan sapaan akrabnya dalam bentuk surealistik dan ekspresif tanpa kehilangan esensi objek. Edrike, seorang artis wanita, juga menjelaskan salah satu karyanya, yang menceritakan bagaimana wanita saat ini banyak bekerja dan berbicara lebih sedikit, lebih produktif dan berpikir jauh ke depan.

Pameran karya seni real estat Sandi San San dan Eddie menggambarkan peran dan karakter penting seorang wanita saat ini, tentunya terkait dengan Hari Perempuan Internasional. Menariknya, karya dua dimensi ini pada benda-benda perempuan di atas kayu digambar dengan arang. Tujuh karya dapat dilihat, dan dua di antaranya adalah hasil lukisan langsung oleh seniman selama pameran pembukaan. Tidak hanya itu, YELLO Hotel Paskal mengundang komunitas seni Bandung untuk berbicara tentang seni dengan tema “Kejujuran dalam Memaknai Engkau”.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *